Pernah liat kembang api?
Ya, pasti udah pd pernah liat kan kembang api di tahun baru yg begitu gemerlapan, berlomba2 untuk dinyalakan, berlomba2 suara dan berlomba2 pula cahaya yg di tembakkan ke langit malam yang akan membuat malam menjadi bagus dengan cahayanya, betapa kita mengagumi jika ada satu kembang api yg menyala diatas itu.
Ingatkah pepatah, tiada asap tanpa api?
Ya, kembang api yg saya ceritakan juga mempunyai asap.
Asap tersebut muncul bersamaan dengan kembang api yg dinyalakan tadi. Semakin banyak kembang api yg dilontarkan, semakin banyak pula asap yg ada di udara bersamanya, hasilnya? Hasilnya adalah asap yg jika hanya 1 kembang api dilontarkan, dan ada jeda yg sangat panjang, asap itu akan menghilang dengan cepat, tapi jika kembang api yg dilontarkan bersamaan banyak, maka asap tersebut akan mengepul dan lama hilangnya.
Begitulah cerita tentang kembang api itu.
Seperti layaknya manusia, asap yg muncul bagaikan kekurangan2 dlm diri kita, perbuatan2 bodoh dlm diri kita yg terkadang kita malu mengakuinya, malu untuk mengungkapkannya keluar pdhl itu perlu diungkapkan sehingga diri kita tidak mengalami rasa takut.
Pertanyaan "bagaimana jika" , "gimana kalau", dan masih banyak lg perkataan yg mendorong kita untuk melakukan suatu tindakan bodoh yg kadang kita malu mengakui, kalau perlu tidak ada org lain yg tahu, yg kadang malah membuat diri kita termotivasi untuk berbohong.
Berbohong demi kebaikan? Itu tidak ada, sekali kamu mulai dengan kebohongan, maka kebohonganyg lain akan muncul untuk menutupinya. Seperti kembang api tadi, semakin banyak dilontarkan maka asap nya semakin banyak dan akan mengurangi keindahan kembang api itu sendiri.
Ada lagi cerita dari sebuah buku yg menceritakan tentang 2 bata jelek. 2 bata jelek ini menceritakan ketika seorang dengan tanpa ahli pertukangan membangun sebuah tembok, tanpa sadar dia begitu keras mencoba membangun sebuah tembok itu dengan level ingin sempurna tembok itu, tapi apa yg terjadi? Malah ada 2 bata yg miring, yg menurutnya membuat tembok itu menjadi jelek, dan dia tidak ingin semua org melihat 2 bata jelek yg ada disitu karena perbuatannya, dia malu. Tapi apa? Sungguh diluar pemikirannya, org lain yg melihat malah menyatakan tembok tersebut indah, yg membuat tembok sampai terheran dan bertanya kenapa? Kan disitu ada 2 bata jelek yg membuat tembok itu jd buruk dan berusaha dirobobkan, tp org lain ini bilang, walau 2 bata jelek itu ada, tp masih ada 998 bata yg bagus. Maka sang pembuat tembok ini menjadi sadar, kenapa selama ini dia hanya terfokus ke 2 bata saja, dan tidak melihat ke 998 bata lainnya yg bagus?
Seperti layaknya manusia, 2 bata itu selalu ada dlm diri kita, 2 bata itu adalah kekurangan kita, tapi ingat msh ada 998 bata lain yaitu kebaikan2 diri kita sendiri. Kalau kita hanya terfokus terus dengan keburuk2an itu, kita tidak akan bisa berubah menjadi baik dan akan menghilangkan 998 bata yg bagus itu.
Referensi : cacing dan kotoran kesayangannya, -ajahn brahm-
-R.K-
Back to blogger!
10 years ago

0 komentar:
Post a Comment